Promo Pena

Sering Ditolak, BI Tegaskan Uang Koin Masih Berlaku

PENASULTRA.ID, KENDARI – Kepedulian masyarakat yang sangat rendah terhadap uang koin atau logam cukup menyedihkan. Uang koin tak lagi dihargai di diperkotaan hingga kawasan terpencil di Indonesia.

Salah satunya di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Banyak warung-warung yang tak mau menerima atau menolak uang koin, utamanya pecahan Rp100 dan Rp200.

Kenyataan ini memang berbalik 180 derajat dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Pada pasal 21 disebutkan, rupiah wajib digunakan dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran. Sementara pada pasal 23, mengatur bahwa setiap orang dilarang menolak untuk menerima rupiah.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sultra, Bimo Apyanto mengatakan, selama belum ada penarikan, uang koin masih merupakan alat pembayaran yang sah.

“Selama masih beredar artinya masih menjadi alat pembayaran yang sah di NKRI,” kata Bimo dalam acara Bincang Media BI Sultra yang dilaksanakan melalui zoom meeting, Kamis 14 Januari 2021.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Tim Implementasi SP, PUR & MI BI Sultra, Ahmadi Rahman mengatakan, siapa saja yang menolak rupiah, termasuk uang koin, akan mendapatkan sanksi.

“Pada UU Nomor 7 Tahun 2011, yang menolah uang rupiah akan dipenjara minimal satu tahun dengan pidana denda paling banyan Rp200 juta,” tutup Ahmadi.

Untuk diketahui, data BI mencatat, hingga kini ada beberapa jenis uang koin yang masih berlaku sebagai alat transaksi tunai.

Uang koin pecahan Rp1 tahun emisi 1970, pecahan Rp50 tahun emisi 1999, pecahan Rp100 tahun emisi 1999, pecahan Rp200 tahun emisi 2003, pecahan Rp500 tahun emisi 1997, pecahan Rp500 tahun emisi 2003, pecahan Rp1.000 tahun emisi 1993, dan Rp1.000 tahun emisi 2010.

Tercatat, BI terakhir kali melakukan penarikan uang koin pada 31 Agustus 2010 untuk pecahan Rp25 tahun emisi 1991.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.